Viral 'Kalau Covid Bahaya Kenapa Orang Meninggal di RS?' Kini Tren Kematian Saat Isoman Meningkat - Tribun Jateng
TRIBUNJATENG.COM, YOGYAKARTA - Beberapa waktu lalu viral di media sosial kalimat "Kalau Covid-19 berbahaya kenapa orang orang meninggal di rumah sakit?"
Postingan dengan kalimat itu bertebaran di media sosial terutama mereka yang masih meragukan adanya virus corona.
Setelah postingan itu, kini tren pasien Covid-19 meninggal berubah.
Mulai banyak pasien infeksi virus corona meninggal di rumah saat isolasi mandiri (isoman).
Baca juga: Edhy Prabowo: Saya Punya 3 Anak yang Butuh Perhatian Ayah, Biar Dapat Diskon Seperti Pinangki?
Baca juga: Alasan Kenapa Prime IM3 Ooredoo Propaid Bidik Pebisnis Daring
Baca juga: Bonucci Sudah Bisa Membaca Kekuatan Utama Inggris, Minta Italia Harus Waspada di Final Euro 2020
Data terbaru, kasus seseorang meninggal dunia saat sedang menjalani Isolasi mandiri (isoman) di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) semakin melonjak.
Komandan Posko Gabungan yang juga Komandan Tim Reaksi Cepat (TRC) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DIY Wahyu Pristiawan Buntoro mengatakan, meningkatnya kasus orang meninggal saat isoman disebabkan karena banyaknya rumah sakit yang penuh.
"Saat rumah sakit mengalami stuck, dan tidak bisa menerima rujukan dari puskesmas, maka puskesmas hanya memiliki satu pilihan. Dengan kondisi apapun pilihannya hanya isoman di rumah,” kata Pristiawan, Jumat (9/7/2021).
Data yang dihimpun oleh relawan Posko Dukungan Operasi Satgas Covid-19 DIY, total ada 106 orang meninggal dunia saat menjalani isoman.
Data tersebut didapat dari 1 Juni hingga 5 Juli 2021.
Diketahui dari total 106, 49 di antaranya terkonfirmasi positif sementara yang lainnya masuk kategori suspek, infeksius, dan probable.



