Diburu Polisi, Preman Palak Pedagang di Ciledug Minta Maaf | merdeka.com - merdeka.com

Merdeka.com - Viral di media sosial adanya seorang pria yang diduga sebagai preman melakukan penganiayaan dan pemalakan terhadap seorang pedang kaki lima. Aksi itu diketahui terjadi di kawasan Jalan Hos Cokroaminoto, Kecamatan Larangan, Kota Tangerang, pada Rabu (22/9) sekitar pukul 20.00 Wib.

Pria yang diketahui berinisial DM (35) itu sempat diburu atau dicari oleh jajaran Polsek Ciledug akibat aksinya tersebut. Tiga hari kemudian, pria tersebut melakukan permintaan maaf terhadap pedagang kali lima yang diketahui berjualan siomay. Permintaan maaf itu kemudian diunggah di akun media sosial @warungjurnalis.

"Saya minta maaf atas kesalahan yang kemarin saya perbuat, saya menyesal, saya lagi khilaf dan abang mau enggak maafin saya?" ujar DM dalam video tersebut, Minggu (26/9).

"Iya saya terima maafnya," jawab sang pedagang siomay.

"Saya berharap semoga kedepannya enggak mas ada keributan lagi," saut DM.

"Iya saya terima maafnya, segala sesuatunya saya maafin semua," jawab pedagang siomay.

"Enggak ada keributan lagi ya," kata DM.

Tak hanya, melakukan permintaan maaf dan berjanji tidak akan melakukan perbuatannya itu secara lisan saja. Namun, perdamaian itu juga ia lakukan secara tertulis dengan diatas materai 10.000.

Sebelumnya, kekerasan dan pengancaman diduga dilakukan seorang pria dari kelompok Organisasi Masyarakat (Ormas) diburu Polsek Ciledug. Tindak kekerasan berupa penganiayaan dan permintaan uang oleh preman terhadap pedagang kaki lima itu, terjadi di kawasan Jalan Hos Cokroaminoto, Kecamatan Larangan, Kota Tangerang. Aksi itu viral di media sosial dan mendapat kecaman dari warga net.

Dikutip dari video yang diunggah akun instagram @viralciledug memperlihatkan seorang pria berbadan sedikit gempal mendatangi seorang pedagang gerobak dan langsung memukul bagian wajah korban sambil melemparkan kata-kata kasar.

"Belagu banget lu kaya nya. Kan udah gua bilang, telephone sekarang. Goblok lu, gua buat santunan anak yatim piatu," ucap seorang preman dalam rekaman video itu.

Meski dipukul dan diumpat kata-kata kasar oleh sang preman, pedagang somay itu hanya terdiam. Sambil sempat membuka laci penyimpanan uang hasil penjualan yang terlihat tidak diberikan korban kepada preman tersebut.

"Gua minta buat anak yatim piatu bae bae dari tadi sama lu. Cuman dari tadi gaya lu kaya anjing. Gua tunggu lu ya entar di giant, gua tunggu lu, gu matiin lu entar ya," kata preman itu sambil menendang bagian pinggang korban.

Kapolsek Ciledug Kompol Poltar L Gaol menerangkan belum menerima laporan atas dugaan pidana pemerasan dan penganiayaan yang viral di media sosial itu.

"Saya arahkan anggota untuk cek. Sebaiknya korban membuat laporan," kata Poltar. [gil]